LAPORAN PRAKTIKUM
ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN
JARINGAN PADA
DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
PUTRI
ADRIANTI SARAGIH
(F05111015)
KELOMPOK
3
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2013
ABSTRACK
Penyusun
tumbuhan selain akar dan batang terdapat pula daun. Pada praktikum kali ini
ialah tentang jaringan pada daun monokotil dan dikotil, yang bertujuan untuk mempelajari sistem dan jenis-jenis jaringan daun dan mempelajari tipe daun monokotil dan
dikotil. Dengan
mengunakan alat mikroskop dan bahan preparat awetan Zea mays dan Ficus serta
preparat segar Carica papaya dan Eugenia aquea, dengan
pengamatan dibawah mikroskop dari yang paling kecil hingga jaringan tersebut
tampak jelas setelah itu jaringan tersebut digambar dan diberi keterangan.
Pada daun terdapat kloroplas yang berfungsi dalam proses
fotosintesis dan terdapat pula jaringan-jaringan yang menyusunya yang mendukung
dari daun itu sendiri,jaringan tersebut ialah epidermis yang terdiri dari epidermis
adaxial atau epidermis atas dan epidemis abaxial atau epidermis bawah, epidermis
berfungsi untuk melindungi jaringan yang berada didalamnya,diantara sel-sel
epidermis abaxial terdapat stomata yang berfungsi dalam proses
transpirasi.jaingan mesofil yang berfungsi dalam proses fotosinteis dan terdiri
dari jaringan palisade dan jaringan spongy ,serta jarinagan penganagkut yang
berfungsi untuk menganagkut air dan mineral serta hasil dari fotosintesis,yang
terdiri dari xilem dan floem.
Kata
kunci:daun,monokotil,dikotil,jarinagan epidermis,mesofil dan jaringan
pengangkut.
PENDAHULUAN
Daun
merupakan organ yang paling penting bagi tumbuhan,daun dapat melakukan proses
fotosintesis, seperti halnya pada batang dan akar daun juga tersususn atas jaringan-jaringan
yang mendukung fungsi dari daun tersebut,selain itu tipe daun tidakalah sama pada
tipe daun monokotil dan ada tipe daun yag dikotil,serta mempunyai struktur yang
berbeda pula, seperti pada akar dan batang, pada daun juga memiliki jaringan-jarinagn
yang menyusunya yaitu jaringan epidermis yang berfungsi melindungi jaringan
yang ada dibagian dalam, jaringan mesofil yang berfungsi dalam proses
fotosintesis, serta jarinagan pengangkut yang berfungsi mengangkut air dan
mineral serta hasil dari fotosintesis keseluruh bagian dari tumbuhan tersebut.
pada umumnya daun terdiri atas helai daun dan dan tangkai daun yang
menghubungkan daun kebatang, helaian daun dapat berupa daun tunggal atau daun
majemuk.
Agar kita
mudah dalam mengenal lebih jauh tentang daun monokotil dan dikotil kita harus
mengenal dan mengetahui hal-hal tersebut, oleh karaena itu pada praktikum kali
ini tentang jaringan pada daun monokotil dan dikotil.
Daun adalah organ fotosintesis utama pada
sebagian besar tumbuhan, meskipun batang yang berwarna hijau juga melakukan
fotosintesis. Bentuk daun sangat bervariasi, namun pada umumnya terdiri dari
suatu helai daun (blade) yang pipih dan tangkai daun yang disebut petiole, yang
menyambungkan daun dengan buku batang.
Rumput dan banyak tumbuhan monokotil lainnya diketahui tidak memiliki
tangkai daun ; Sebaliknya tangkai daun tersebut membentuk suatui pelepah yang
membungkus batang. Beberapa tumubuhan monokotil termasuk palem memiliki tangkai
daun (Campbell, 2003).
Daun pada umumnya
berbentuk tipis melebar, berwarna hijau, duduk daun pada batang menghadap ke
atas. Bentuk daun umumnya tipis, datar dan diperkuat oleh tulang daun dan
memiliki permukaan luas untuk menerima cahaya. Daun berfungsi untuk
transportasi dan menangkap cahaya untuk fotosintesis, yaitu perubahan energi
matahari menjadi energi kimia (Syarif, 2009).
Pada tumbuhan dikotil,
daun terdiri atas tangkai (petiola) dan helai daun (lamina), sedangkan daun
monokotil tidak bertangkai, langsung melekat pada batang. Jaringan penyusun
daun meliputi epidermis, mesofil (parenkim), dan berkas pembuluh (Campbell,
2003).
Seperti pada
akar dan batang daun juga terdiri dari daun tumbuhan monokotil dan
dikotil.Secara umum jarigan pada tumbuhan terdiri atas tiga jaringan yaitu
jaringan kulit(epidermis),jaringan dasar(parenkima),dan jarinagan
pengngkut(vaskuler).
Epidermis
daun merupakan jaringan terluar pada tumbuhan,epidermis daun mengandung
kipas-kipas dan stomata yang terdapat pada kedua permukaan bawah saja,dibawah
epidermis biasanya terdapat hipodermis,yang merupakan derivat dari
epidermis.Epidermis atas biasanya dilindungi oleh kutikula atau lilin sebagai
penahan terjadinya penguapanyang terlalau besar.Epidermis juga dapat
termodifikasi menjadi trikoma yang berasal dari penonjolan epiderms,dapat
berbentuk rambut,duri,gelembung atau tabung,yang berfungsi untuk melindungi dan
memantulkan radiasi cahaya matahari.Sealain itu pada epidermis juga terdapat
stomata, yaitu celah yang dibatasi oleh sel penutup. Lapisan epidermis atas
berfungsi melindungi bagian dibawahnya. Stomata berfungsi sebagai tempat keluar
masuknya udara dan dengan menghubungkan ruang-ruang antar sel di dalam jaringan parenkim dengan atmosfer. Pada
tumbuhan darat, stomata terletak dipermukaan bawah daun, sedangkan pada
tumbuhan air terdapat di atas permukaan daun (Lakitan, 1996) .
Berkas pengangkut yaitu yang terdiri dari xilem dan floem,pada
daun terdapat tulang daun dan mempunyai susuna seperti pada batang,walaupun
tidak selalu terdapat pada batang. tulang-tulang cabang dan urat-urat daun yang
terlihat menonjol pada permukaan bawah daun. Pembuluh pengakut ini merupakn
lanjutan pembuluh angkut pada batang walaupun tidak seluas pada batang
(campbel, 2003).
Secara umum, daun
terdiri atas 3 jaringan utama, yaitu:
1.
Epidermis
Epidermis berupa satu
lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau
kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit
oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja,
misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di
permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat dikedua permukaan daun (atas
dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai
epidermis yang tersusun atas dua lapis. Alat-alat tambahan yang terdapat
diantara epidermis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas
(Estiti,1995).
2.
Mesofil (jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari
sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antar sel. Pada
kebanyakan daun Dicotyledoneae,
mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim
palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons bentuknya tidak teratur,
bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang
(Kartasaputra,1998).
3.
Berkas pengangkut
Berkas pengangkut terdapat
pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.
Berkas pengangkut terdiri dari xilem dan floem. Xilem berfungsi
untuk mengangkut air dan garam-garam yang diserap akar dari dalam tanah ke daun
(untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk
mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan (Ross,1995).
Daun pada banyak dikotil
(dan sebagian monokotil) bersifat dorsiventral, yaitu memiliki permukaan atas
(adaxial) dan bawah (abaxial) yang berbeda secara morfologis. Sedangkan daun
isobilateral secara morfologi sama di kedua sisinya, meskipun masih ada
permukaan abaxial dan adaxial yang dapat dibedakan (Mulyani, 2006).
Walaupun
secara morfologi dapat terlihat jelas perbedaan antara dikotil dan monokotil
namun dalam mempelajari anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil melalui
pengamatan anatomi organ seperti daun akan dijumpai banyak bentukan–bentukan
kelompok sel yang berbeda-beda. Masing-masing kelompok umumnya mempunyai bentuk
dan fungsi yang sama, kelompok sel ini disebut jaringan yang mempunyai bentuk,
ukuran, asal dan perkembangan yang sama, serta membentuk fungsi yang
sama.sehingga praktikum ini bertujuan mempelajari sistem dan jenis-jenis jaringan
daun, tipe daun dikotil dan monokotil, posisi dari berbagai jaringan daun dan
membandingkan struktur anatomi daun dikotil dan monokotil.
MATERIAL DAN METODE
1.
Alat dan bahan
Alat
dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu mikroskop, silet, gelas
benda, gelas penutup, pinset, akuades, preparat awetan daun monokotil Zea
mays (Jagung), preparat awetan daun dikotil Asplenium nidus ( Fern
leaf/ Paku
Sarang Burung), Preparat
segar daun monokotil Caladium sp. (Keladi), preparat segar batang dikotil Mangifera indica (Mangga).
2.
Metoda
a.
Pengamatan preparat awetan daun
monokotil Zea mays (Jagung), daun
dikotil Ficus sp. (beringin).
Preparat awetan daun Zea mays, dan Ficus sp. yang telah disediakan diletakkan di bawah
mikroskop dan diamati dengan perbesaran lemah
untuk mengamati susunan jaringan yang terdapat pada daun. Setelah itu, satu
sektor dari irisan tersebut dibesarkan dengan pembesaran kuat. Untuk preparat
awetan Zea mays digunakan perbesaran 4 x 10, dan untuk Ficus sp. digunakan perbesaran 4 X 10 . Setelah objek didapat, digambar dan
diberi keterangan sistem jaringan yang terdapat pada daun beserta tipe
daun dan ciri-cirinya.
b.
Pengamatan Preparat segar daun monokotil
carica papaya (pepaya), preparat segar
batang dikotil Eugenia aquea.
Untuk preparat segar, daun monokotil carica papaya (pepaya) dan dikotil Eugenia aquea yang telah diambil,
disayat tipis secara melintang menggunakan silet. Kemudian, sayatan tersebut
diambil dengan pinset dan diletakkan di atas kaca objek dan ditetesi dengan
akuades. Setelah itu, preparat diamati dengan pembesaran paling kecil dan di
gambar serta diberi ketarangan. Untuk preparat segar daun monokotil dan dikotil
digunakan perbesaran 4 x 10.
ANALISIS DATA
|
Struktur
Anatomi Daun Monokotil
|
|
Preparat awetan : zea mays
Perbesaran : 4 x 10
![]() |
|
Keterangan :
1.
Epidermis adaxial
2.
Palisade
3.
Bunga karang
4.
Stomata
5.
Epidermis abaxial
6.
Xilem
7.
Floem
8.
Bundle sheat
|
Dengan perbesaran 4 x
10, terlihat bagian-bagian jaringannya. Epidermis dan kutikula terdapat pada
lapisan permukaan atas dan bawah daun dengan bercirikan terdiri dari satu sel
dengan penebalan dari zat kitin, stomata berderet diantara urat daun dengan
ciri mulut daun dengan dua sel penutup, mesofil terdapat pada cekungan di
antara urat daun dengan ciri tidak mengalami diferensiasi , bentuknya seragam
sehingga disebut daun unifacial, kloroplasnya lebih sedikit dan dindingnya
lebih tebal serta urat daun yang terletak pada helaian daun dengan ciri sejajar
sesuai menurut. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan monokotil dan memiliki tipe
daun isobilateral karena memiliki permukaan adaxial dan abaxial yang secara
morfologi sama.
Daun Zea mays dengan perbesaran 4 x 10 memiliki system jaringan epidermis,
jaringan mesofil dan jaringan pembuluh. Pada preparat daun Zea mays memiliki epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis
bawah terdapat celah yang di batasi sel penutup yaitu stomata. Pada jaringan
mesofil pada preparat daun Zea mays
hanya terdapat jaringan spongy (jaringan bunga karang). Jaringan spongy pada
tumbuhan monokotil terdapat berkas vaskuler, yaitu terdiri dari xylem dan
floem. Berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil ini sangat banyak dan tidak
sejajar. Tipe daun monokotil pada tumbuhan ini ialah system pertulangan daun
sejajar.
|
Struktur
Anatomi Daun dikotil
|
|
Preparat awetan : Ficus sp
Perbesaran : 4 x 10
![]() |
|
Keterangan :
1.
Epidermis adaxial
2.
Palisade
3.
Bunga karang
4.
Xilem
5.
Floem
6.
Stomata
7.
Epidermis abaxial
|
Daun ficus sp. merupakan daun dikotil. daun Zea mays daun Caladium sp. dengan perbesaran 10 x 10 memiliki system jaringan
epidermis, jaringan mesofil dan jaringan pembuluh. Pada preparat daun Zea mays memiliki epidermis atas dan
epidermis bawah. Epidermis bawah terdapat celah yang di batasi sel penutup
yaitu stomata. Pada jaringan mesofil pada preparat daun Zea mays hanya terdapat jaringan spongy (jaringan bunga karang).
Jaringan spongy pada tumbuhan monokotil terdapat berkas vaskuler, yaitu terdiri
dari xylem dan floem. Berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil ini sangat banyak
dan tidak sejajar. Tipe daun monokotil pada tumbuhan ini ialah system
pertulangan daun sejajar.
|
Struktur
Anatomi Daun Monokotil
|
|
Preparat segar : Carica papaya
Perbesaran : 4 x 10
![]() |
|
Keterangan :
1.
Epidermis adaxial
2.
palisade
3.
floem
4.
xilem
5.
bunga karang
6.
stomata
7.
stele
8.
endodermis
9.
epidermis abaxial
|
Dari hasil pengamatan
preparat segar, dengan perbesaran 4 x 10, terlihat bagian-bagian jaringannya.
Epidermis dan kutikula terdapat pada lapisan permukaan atas dan bawah daun
dengan bercirikan terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kitin,
stomata berderet diantara urat daun dengan ciri mulut daun dengan dua sel
penutup, mesofil terdapat pada cekungan di antara urat daun dengan ciri tidak
mengalami diferensiasi , bentuknya seragam sehingga disebut daun unifacial.
|
Struktur
Anatomi Daun dikotil
|
|
Preparat awetan : Eugenia aquea
Perbesaran : 4 x 10
![]() |
|
Keterangan :
1.
epidermis adaxial
2.
palisade
3.
epidermis abaxial
4.
xilem
5.
floem
6.
stomata
7.
bunga karang
|
Tumbuhan
ini merupakan tumbuhan dikotil. Pada preparat kedua daun memiliki epidermis.
Jaringan epidermis ini berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan di dalamnya
dari gangguan mekanis.). Pada tumbuhan dikotil, dibawah epidermis terdapat
sel-sel parenkim. Sel-sel parenkim tersebut membentuk jaringan parenkim palisade
dan jaringan spons. Jaringan parenkim palisade merupakan jaringan parenkim pada
daun yang memiliki banyak kloroplas sehingga pada jaringan ini terjadi proses
fotosintesis. Sel pada parenkim palisade tersusun sangat rapat. Jaringan spons
pada tumbuhan ini merupakan jaringan yang di dalamnya terdapat pembuluh
pengangkut. Pada tumbuhan dikotil terdapat berkas vaskuler (pembuluh angkut),
yaitu terdiri dari xylem dan floem. Berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil ini
sedikit dan berkas pembuluh yang terlihat jarang susunannya
KESIMPULAN
Tumbuhan
dikotil dan monokotil pada daun memiliki 3 sistem jaringan, yaitu jaringan
epidermis, jaringan mesofil dan jaringan pembuluh. Jaringan epidermis berfungsi
untuk melindungi jaringan yang berada di dalamnya dari gangguan mekanis.
Jaringan mesofil terdiri dari jaringan palisade dan spongy yang berfungsi untuk
fotosintesis. Dan pada jaringan pembuluh yang terdiri dari xylem dan floem.
Tipe daun pada Asplenium nidus dan Mangifera indica yaitu dorsiventral
yaitu memiliki permkuaan adaxial dan abaxial yang berbeda secara morfologis
sedangkan daun Zea mays, Caladium sp.
papaya bertipe isobilateral karena memiliki permukaan adaxial dan abaxial
yang secara morfologi sama. Epidermis pada daun monokotil dan dikotil terdiri
dari satu sel dengan penebalan zat kutin kecuali pada Ficus elastia terdiri atas dua sel. Jaringan mesofil pada daun
monokotil tidak mengalami diferensiasi dan bentuknya seragam sedangkan daun
dikotil mesofilnya mengalami diferensiasi menjadi palisade (jaringan tiang) dan
spons (jaringan bunga karang). Stomata pada monokotil berderet diantara urat
daun sedangkan dikotil terletak melapisi permukaan atas dan bawah daun.
Daftar
Pustaka
Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta. Erlangga
Hidayat, E. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Kartasaputra,
A.G. 1998. Pengantar Anatomi
Tumbuh-Tumbuhan. Jakarta : Bina
Aksara.
Lakitan,
B. 2009. Fisiologi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Jakarta
: rajawali pers.
Mulyani, S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Jakarta : Erlangga
Ross, C. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung: Bandung Wikipedia.
Syarif. 2009. Struktur
dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Bandung : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar