Kamis, 04 Juli 2013

JARINGAN PADA DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

LAPORAN PRAKTIKUM
ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN
JARINGAN PADA DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

PUTRI ADRIANTI SARAGIH
(F05111015)
 KELOMPOK 3
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2013
ABSTRACK
   Penyusun tumbuhan selain akar dan batang terdapat pula daun. Pada praktikum kali ini ialah tentang jaringan pada daun monokotil dan dikotil, yang bertujuan untuk  mempelajari sistem dan jenis-jenis jaringan daun dan mempelajari tipe daun monokotil dan dikotil. Dengan mengunakan alat mikroskop dan bahan preparat awetan Zea mays dan Ficus serta preparat segar Carica papaya dan Eugenia aquea, dengan pengamatan dibawah mikroskop dari yang paling kecil hingga jaringan tersebut tampak jelas setelah itu jaringan tersebut digambar dan diberi keterangan.
Pada daun terdapat  kloroplas yang berfungsi dalam proses fotosintesis dan terdapat pula jaringan-jaringan yang menyusunya yang mendukung dari daun itu sendiri,jaringan tersebut ialah epidermis yang terdiri dari epidermis adaxial atau epidermis atas dan epidemis abaxial atau epidermis bawah, epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan yang berada didalamnya,diantara sel-sel epidermis abaxial terdapat stomata yang berfungsi dalam proses transpirasi.jaingan mesofil yang berfungsi dalam proses fotosinteis dan terdiri dari jaringan palisade dan jaringan spongy ,serta jarinagan penganagkut yang berfungsi untuk menganagkut air dan mineral serta hasil dari fotosintesis,yang terdiri dari xilem dan floem.
Kata kunci:daun,monokotil,dikotil,jarinagan epidermis,mesofil dan jaringan pengangkut.
PENDAHULUAN
Daun merupakan organ yang paling penting bagi tumbuhan,daun dapat melakukan proses fotosintesis, seperti halnya pada batang dan akar daun juga tersususn atas jaringan-jaringan yang mendukung fungsi dari daun tersebut,selain itu tipe daun tidakalah sama pada tipe daun monokotil dan ada tipe daun yag dikotil,serta mempunyai struktur yang berbeda pula, seperti pada akar dan batang, pada daun juga memiliki jaringan-jarinagn yang menyusunya yaitu jaringan epidermis yang berfungsi melindungi jaringan yang ada dibagian dalam, jaringan mesofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis, serta jarinagan pengangkut yang berfungsi mengangkut air dan mineral serta hasil dari fotosintesis keseluruh bagian dari tumbuhan tersebut. pada umumnya daun terdiri atas helai daun dan dan tangkai daun yang menghubungkan daun kebatang, helaian daun dapat berupa daun tunggal atau daun majemuk.
Agar kita mudah dalam mengenal lebih jauh tentang daun monokotil dan dikotil kita harus mengenal dan mengetahui hal-hal tersebut, oleh karaena itu pada praktikum kali ini tentang jaringan pada daun monokotil dan dikotil.
 Daun adalah organ fotosintesis utama pada sebagian besar tumbuhan, meskipun batang yang berwarna hijau juga melakukan fotosintesis. Bentuk daun sangat bervariasi, namun pada umumnya terdiri dari suatu helai daun (blade) yang pipih dan tangkai daun yang disebut petiole, yang menyambungkan daun dengan buku batang.  Rumput dan banyak tumbuhan monokotil lainnya diketahui tidak memiliki tangkai daun ; Sebaliknya tangkai daun tersebut membentuk suatui pelepah yang membungkus batang. Beberapa tumubuhan monokotil termasuk palem memiliki tangkai daun (Campbell, 2003).
Daun pada umumnya berbentuk tipis melebar, berwarna hijau, duduk daun pada batang menghadap ke atas. Bentuk daun umumnya tipis, datar dan diperkuat oleh tulang daun dan memiliki permukaan luas untuk menerima cahaya. Daun berfungsi untuk transportasi dan menangkap cahaya untuk fotosintesis, yaitu perubahan energi matahari menjadi energi kimia (Syarif, 2009).
Pada tumbuhan dikotil, daun terdiri atas tangkai (petiola) dan helai daun (lamina), sedangkan daun monokotil tidak bertangkai, langsung melekat pada batang. Jaringan penyusun daun meliputi epidermis, mesofil (parenkim), dan berkas pembuluh (Campbell, 2003).
Seperti pada akar dan batang daun juga terdiri dari daun tumbuhan monokotil dan dikotil.Secara umum jarigan pada tumbuhan terdiri atas tiga jaringan yaitu jaringan kulit(epidermis),jaringan dasar(parenkima),dan jarinagan pengngkut(vaskuler).
Epidermis daun merupakan jaringan terluar pada tumbuhan,epidermis daun mengandung kipas-kipas dan stomata yang terdapat pada kedua permukaan bawah saja,dibawah epidermis biasanya terdapat hipodermis,yang merupakan derivat dari epidermis.Epidermis atas biasanya dilindungi oleh kutikula atau lilin sebagai penahan terjadinya penguapanyang terlalau besar.Epidermis juga dapat termodifikasi menjadi trikoma yang berasal dari penonjolan epiderms,dapat berbentuk rambut,duri,gelembung atau tabung,yang berfungsi untuk melindungi dan memantulkan radiasi cahaya matahari.Sealain itu pada epidermis juga terdapat stomata, yaitu celah yang dibatasi oleh sel penutup. Lapisan epidermis atas berfungsi melindungi bagian dibawahnya. Stomata berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara dan dengan menghubungkan ruang-ruang antar sel di dalam  jaringan parenkim dengan atmosfer. Pada tumbuhan darat, stomata terletak dipermukaan bawah daun, sedangkan pada tumbuhan air terdapat di atas permukaan daun (Lakitan, 1996) .
   Berkas pengangkut yaitu yang terdiri dari xilem dan floem,pada daun terdapat tulang daun dan mempunyai susuna seperti pada batang,walaupun tidak selalu terdapat pada batang. tulang-tulang cabang dan urat-urat daun yang terlihat menonjol pada permukaan bawah daun. Pembuluh pengakut ini merupakn lanjutan pembuluh angkut pada batang walaupun tidak seluas pada batang (campbel, 2003).
Secara umum, daun terdiri atas 3 jaringan utama, yaitu:
1.                       Epidermis
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat dikedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis. Alat-alat tambahan yang terdapat diantara epidermis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas (Estiti,1995).
2.                       Mesofil (jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antar sel. Pada kebanyakan daun Dicotyledoneae, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim   palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang (Kartasaputra,1998).
3.                       Berkas pengangkut
   Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun. Berkas pengangkut terdiri dari xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garam yang diserap akar dari dalam tanah ke daun (untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis). Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan (Ross,1995).
Daun pada banyak dikotil (dan sebagian monokotil) bersifat dorsiventral, yaitu memiliki permukaan atas (adaxial) dan bawah (abaxial) yang berbeda secara morfologis. Sedangkan daun isobilateral secara morfologi sama di kedua sisinya, meskipun masih ada permukaan abaxial dan adaxial yang dapat dibedakan (Mulyani, 2006).
   Walaupun secara morfologi dapat terlihat jelas perbedaan antara dikotil dan monokotil namun dalam mempelajari anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil melalui pengamatan anatomi organ seperti daun akan dijumpai banyak bentukan–bentukan kelompok sel yang berbeda-beda. Masing-masing kelompok umumnya mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, kelompok sel ini disebut jaringan yang mempunyai bentuk, ukuran, asal dan perkembangan yang sama, serta membentuk fungsi yang sama.sehingga praktikum ini bertujuan mempelajari sistem dan jenis-jenis jaringan daun, tipe daun dikotil dan monokotil, posisi dari berbagai jaringan daun dan membandingkan struktur anatomi daun dikotil dan monokotil.

MATERIAL DAN METODE

1.                       Alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu mikroskop, silet, gelas benda, gelas penutup, pinset, akuades, preparat awetan daun  monokotil Zea mays (Jagung), preparat awetan daun dikotil Asplenium nidus ( Fern leaf/ Paku Sarang Burung), Preparat segar daun monokotil Caladium sp. (Keladi), preparat segar batang dikotil Mangifera indica (Mangga).

2.                       Metoda
a.       Pengamatan preparat awetan daun monokotil Zea mays (Jagung), daun dikotil Ficus sp. (beringin).
Preparat awetan daun Zea mays, dan Ficus sp.  yang telah disediakan diletakkan di bawah mikroskop dan diamati dengan perbesaran lemah  untuk mengamati susunan jaringan yang terdapat pada daun. Setelah itu, satu sektor dari irisan tersebut dibesarkan dengan pembesaran kuat. Untuk preparat awetan Zea mays  digunakan perbesaran 4 x 10, dan untuk Ficus sp. digunakan perbesaran 4 X 10 . Setelah objek didapat, digambar dan diberi keterangan sistem jaringan yang terdapat pada daun beserta tipe daun  dan ciri-cirinya.
b.      Pengamatan Preparat segar daun monokotil carica papaya (pepaya), preparat segar batang dikotil Eugenia aquea.

Untuk preparat segar, daun monokotil carica papaya (pepaya) dan dikotil Eugenia aquea yang telah diambil, disayat tipis secara melintang menggunakan silet. Kemudian, sayatan tersebut diambil dengan pinset dan diletakkan di atas kaca objek dan ditetesi dengan akuades. Setelah itu, preparat diamati dengan pembesaran paling kecil dan di gambar serta diberi ketarangan. Untuk preparat segar daun monokotil dan dikotil digunakan perbesaran 4 x 10.
ANALISIS DATA
Struktur Anatomi Daun Monokotil
Preparat awetan : zea mays
Perbesaran : 4 x 10
20130410_135913.jpg
Keterangan :
1.                       Epidermis adaxial
2.                       Palisade
3.                       Bunga karang
4.                       Stomata
5.                       Epidermis abaxial
6.                       Xilem
7.                       Floem
8.                       Bundle sheat
Dengan perbesaran 4 x 10, terlihat bagian-bagian jaringannya. Epidermis dan kutikula terdapat pada lapisan permukaan atas dan bawah daun dengan bercirikan terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kitin, stomata berderet diantara urat daun dengan ciri mulut daun dengan dua sel penutup, mesofil terdapat pada cekungan di antara urat daun dengan ciri tidak mengalami diferensiasi , bentuknya seragam sehingga disebut daun unifacial, kloroplasnya lebih sedikit dan dindingnya lebih tebal serta urat daun yang terletak pada helaian daun dengan ciri sejajar sesuai menurut. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan monokotil dan memiliki tipe daun isobilateral karena memiliki permukaan adaxial dan abaxial yang secara morfologi sama.
Daun Zea mays dengan perbesaran  4 x 10 memiliki system jaringan epidermis, jaringan mesofil dan jaringan pembuluh. Pada preparat daun Zea mays memiliki epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis bawah terdapat celah yang di batasi sel penutup yaitu stomata. Pada jaringan mesofil pada preparat daun Zea mays hanya terdapat jaringan spongy (jaringan bunga karang). Jaringan spongy pada tumbuhan monokotil terdapat berkas vaskuler, yaitu terdiri dari xylem dan floem. Berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil ini sangat banyak dan tidak sejajar. Tipe daun monokotil pada tumbuhan ini ialah system pertulangan daun sejajar.
Struktur Anatomi Daun dikotil
Preparat awetan : Ficus sp
Perbesaran : 4 x 10
20130410_135942.jpg
Keterangan :
1.                       Epidermis adaxial
2.                       Palisade
3.                       Bunga karang
4.                       Xilem
5.                       Floem
6.                       Stomata
7.                       Epidermis abaxial
Daun ficus sp. merupakan daun dikotil. daun Zea mays daun Caladium sp. dengan perbesaran 10 x 10 memiliki system jaringan epidermis, jaringan mesofil dan jaringan pembuluh. Pada preparat daun Zea mays memiliki epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis bawah terdapat celah yang di batasi sel penutup yaitu stomata. Pada jaringan mesofil pada preparat daun Zea mays hanya terdapat jaringan spongy (jaringan bunga karang). Jaringan spongy pada tumbuhan monokotil terdapat berkas vaskuler, yaitu terdiri dari xylem dan floem. Berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil ini sangat banyak dan tidak sejajar. Tipe daun monokotil pada tumbuhan ini ialah system pertulangan daun sejajar.
Struktur Anatomi Daun Monokotil
Preparat segar : Carica papaya
Perbesaran : 4 x 10
20130410_140043.jpg
Keterangan :
1.                       Epidermis adaxial
2.                       palisade
3.                       floem
4.                       xilem
5.                       bunga karang
6.                       stomata
7.                       stele
8.                       endodermis
9.                       epidermis abaxial
Dari hasil pengamatan preparat segar, dengan perbesaran 4 x 10, terlihat bagian-bagian jaringannya. Epidermis dan kutikula terdapat pada lapisan permukaan atas dan bawah daun dengan bercirikan terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kitin, stomata berderet diantara urat daun dengan ciri mulut daun dengan dua sel penutup, mesofil terdapat pada cekungan di antara urat daun dengan ciri tidak mengalami diferensiasi , bentuknya seragam sehingga disebut daun unifacial.
Struktur Anatomi Daun dikotil
Preparat awetan : Eugenia aquea
Perbesaran : 4 x 10
20130410_140221.jpg
Keterangan :
1.                       epidermis adaxial
2.                       palisade
3.                       epidermis abaxial
4.                       xilem
5.                       floem
6.                       stomata
7.                       bunga karang

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan dikotil. Pada preparat kedua daun memiliki epidermis. Jaringan epidermis ini berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan di dalamnya dari gangguan mekanis.). Pada tumbuhan dikotil, dibawah epidermis terdapat sel-sel parenkim. Sel-sel parenkim tersebut membentuk jaringan parenkim palisade dan jaringan spons. Jaringan parenkim palisade merupakan jaringan parenkim pada daun yang memiliki banyak kloroplas sehingga pada jaringan ini terjadi proses fotosintesis. Sel pada parenkim palisade tersusun sangat rapat. Jaringan spons pada tumbuhan ini merupakan jaringan yang di dalamnya terdapat pembuluh pengangkut. Pada tumbuhan dikotil terdapat berkas vaskuler (pembuluh angkut), yaitu terdiri dari xylem dan floem. Berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil ini sedikit dan berkas pembuluh yang terlihat jarang susunannya 
KESIMPULAN
Tumbuhan dikotil dan monokotil pada daun memiliki 3 sistem jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan mesofil dan jaringan pembuluh. Jaringan epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan yang berada di dalamnya dari gangguan mekanis. Jaringan mesofil terdiri dari jaringan palisade dan spongy yang berfungsi untuk fotosintesis. Dan pada jaringan pembuluh yang terdiri dari xylem dan floem. Tipe daun pada Asplenium nidus dan Mangifera indica yaitu dorsiventral yaitu memiliki permkuaan adaxial dan abaxial yang berbeda secara morfologis sedangkan daun Zea mays, Caladium sp. papaya bertipe isobilateral karena memiliki permukaan adaxial dan abaxial yang secara morfologi sama. Epidermis pada daun monokotil dan dikotil terdiri dari satu sel dengan penebalan zat kutin kecuali pada Ficus elastia terdiri atas dua sel. Jaringan mesofil pada daun monokotil tidak mengalami diferensiasi dan bentuknya seragam sedangkan daun dikotil mesofilnya mengalami diferensiasi menjadi palisade (jaringan tiang) dan spons (jaringan bunga karang). Stomata pada monokotil berderet diantara urat daun sedangkan dikotil terletak melapisi permukaan atas dan bawah daun.
Daftar Pustaka
Campbell, dkk. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta. Erlangga
Hidayat, E. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Kartasaputra, A.G. 1998. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Jakarta :             Bina Aksara.
Lakitan, B. 2009. Fisiologi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jakarta :   rajawali pers.
Mulyani, S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Jakarta : Erlangga
Ross, C. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung:         Bandung Wikipedia.
Syarif. 2009. Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Bandung : Pusat      Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar